Komparasi Korvet TNI AL dengan AL tetangga
Februari 13, 2009
Di sini saya akan membandingkan korvet milik TNI AL dengan milik AL negara tetangga terdekat yaitu Singapura dan Malaysia, siapa yang lebih unggul jawablah sendiri…
Korvet kelas SIGMA (TNI AL)
Korvet klas SIGMA
Spesifikasi:
Berat 1700 ton
Dimensi (m) 90,71 x 13,02 x 3,60
Kecepatan Max 28 knot
Jelajah 3000 mil pada 18 knot
Awak 80 orang
Senjata:
SSM Exocet blok II
SAM 2 x TETRAL
Meriam OTOMELARA super rapid 76 mm
2 x Denel 20mm
Torpedo 2 x B515
Countermeasures 2 x SKWS
ESM dan ECM
Korvet Klas LAKSAMANA (RMN, Royal Malaysian Navy)
Kovet Klas Laksamana RMN
Spesifikasi :
Dimensi (m) panjang 62,3 lebar 9,3
Berat 650 ton
Awak 56 orang
Max speed 36 knots
Jelajah 2300 nm pada 18 knots
Senjata:
SSM Otomat mark 2
SAM (Shorad) Aspide
Meriam Otomelara Super Rapid 76 mm
Multi purpose cannon 40mm L70 twin gun OTOBREDA
Torpedo ILAS-3 (A244/s)
ESM dan ECM
NBC protected
Korvet Klas VICTORY (RSN, Republic Singapore Navy)
Victory class RSN
Spesifikasi:
Dimensi (m) panjang 62 m, beam 8,5m, tinggi 3,1m
Berat 600 ton
Crew 46 orang
Speed 30 knot
Persenjataan:
SSM 8 x Harpoon
SAM VLS 16x Rafael Barak
Gun 1 x 76mm OTOMELARA Super Rapid
Multipurpose 2 x triple 12,7mm
ECM dan ESM
Self Propelled Artillery System (1)
Februari 12, 2009
Archer FH77 BW L52 Self-Propelled Howitzer, Sweden

SPH Archer 155 mm
Spesifikasi : Panjang 14,1 m Lebar 3 m Tinggi 3,3 m Berat 33.500 kg Senjata Utama 155 mm , 52 calibre Senjata pendukung Grenade Launcher atau GPMG 7,62 mm Kendaraan Volvo A 30 D 6×6 Buatan BAE system Bofors Swedia Jarak Tembak dg Amunisi Biasa 40 km Jarak Tembak dg Excalibur 60 km Fire Rate 75 Round/ hour Crew 3 – 4 orang
Excalibur Shell
Atmos 2000 155mm Self-Propelled Artillery System, Israel

Atmos 155 mm
Spesifikasi: Buatan Soltam System, Haifa, Israel Crew 4 – 6 orang Berat 22.000 kg Panjang 9,5 m Lebar 2,5 m Senjata Utama 155 mm, 52 cal. Jarak tembak max 41.000 m Amunisi 155mm NATO Jumlah amunisi dibawa 27 projectiles Kendaraan Tatra 6×6 Caesar 155mm Self-Propelled Artillery System, France
Caesar 155 mm
Spesifikasi: Buatan Nexter System (GIAT) Prancis Jumlah crew 6 orang termasuk supir Panjang 10 m Lebar 2,5 m Tinggi waktu berjalan 3,26 m Berat tempur 18.500 kg Kendaran Daimler Benz Unimog 6×6 atau Sherpa 5 6×6 Rate of fire 6-8/min Jarak tembak max 40 km
Kecelakaan Alutsista Tua lagi…
Februari 9, 2009
SURABAYA – Kapal Perang RI (KRI) Kupang-582 dari Komando Armada RI Kawasan Timur (Koarmatim) bocor dan hampir tenggelam karena dihantam ombak besar di perairan barat Surabaya.Kadispen Koarmatim, Letkol Laut (KH) Drs Toni Syaiful di Surabaya, Minggu menjelaskan, kapal yang membawa 26 ABK dengan komandan Kapten Laut (P) Suyadi itu sebetulnya hendak membantu mengevakuasi nelayan yang perahunya tenggelam.”Namun, belum sampai di lokasi tempat nelayan asal Gresik bernama Khoirul Huda itu hendak diselamatkan, kapal dihantam ombak dan arus dari arah depan sangat deras sehingga pintu depan tempat untuk menurunkan barang bocor dan kapal kemasukan air,” ujarnya.
Ia menjelaskan, kapal itu berangkat dari Koarmatim, Surabaya, Sabtu (7/2) sekitar pukul 17.00 WIB. Karena kejadiannya pada malam hari, ABK kapal itu kesulitan melakukan perbaikan. Komandan kapal kemudian mengirimkan berita lewat radio ke kapal perang lainnya.
“Saat itu ada KRI Slamet Riyadi yang sedang menuju Surabaya menerima pesan berita tersebut. Maka sekitar pukul 04.30 WIB, 26 ABK KRI Kupang beserta dokumen dan senjata berhasil dievakuasi ke KRI Slamet Riyadi,” katanya.
Sumber : ANTARA
Berita di atas tentunya membuat kita prihatin, di saat peralatan milik TNI AL tersebut dibutuhkan untuk menolong nelayan yang tertimpa musibah malah kapal penolongnya justru terkena musibah juga.
Sudah menjadi rahasia umum bahwa anggaran pertahanan kita selama bertahun-tahun tidak mencukupi untuk mewujudkan postur pertahanan yang ideal dan hal itu hingga saat ini belum dilaksanakan bahkan di tahun 2008 kemarin anggaran yang sudah sangat mepet tersebut terkena pemotongan anggaran. Akibatnya adalah makin lama peralatan persenjataan dan alat-alat pendukung prajurit kita lama melaksanakan tugasnya di lapangan makin tidak memadai baik dari segi umur, kualitas maupun kuantitasnya. Dan akhirnya prajurit juga yang menjadi korban akibat alutsista yang diawakinya tua dan tidak terawat karena tiadanya anggaran yang memadai.

Memang akhir-akhir ini ada penambahan alutsista baru, tapi itu semua sekedar untuk menggatikan peralatan lama yang telah usang dan artinya tidak menambah unsur kekuatan pertahanan kita.
Untuk itu saya mengetuk hati pemerintah dan wakil rakyat untuk mulai serius memperhatikan anggaran pertahanan kita, kita sebagai bangsa sudah sering dilecehkan oleh negara lain dengan berani mengklaim wilayah kita sebagai wilayahnya karena mereka tahu kekuatan kita. Sudah banyak prajurit-prajurit kita yang terlatih baik gugur karena kecelakaan alutsista yang tua dan tidak memadai.
Sudahi kata-kata “Indonesia tidak akan perang dalam 10 tahun ke depan” dan” buat apa alutsista yang baik karena untuk mengupas bawang kita tidak perlu silet” dan kata-kata lain yang merendahkan kemampuan negara lain terhadap kita tetapi pada kenyataannya kita sudah tertinggal jauh terhadap mereka.
Jayalah Indonesiaku, Kuatlah TNI ku….
Komentar hari ini:
Februari 8, 2009
Selalu berfikir positif dan mengharap yang terbaik akan menghasilkan yang terbaik bagi diri kita.
