Kecelakaan Alutsista Tua lagi…

Februari 9, 2009

SURABAYA – Kapal Perang RI (KRI) Kupang-582 dari Komando Armada RI Kawasan Timur (Koarmatim) bocor dan hampir tenggelam karena dihantam ombak besar di perairan barat Surabaya.Kadispen Koarmatim, Letkol Laut (KH) Drs Toni Syaiful di Surabaya, Minggu menjelaskan, kapal yang membawa 26 ABK dengan komandan Kapten Laut (P) Suyadi itu sebetulnya hendak membantu mengevakuasi nelayan yang perahunya tenggelam.”Namun, belum sampai di lokasi tempat nelayan asal Gresik bernama Khoirul Huda itu hendak diselamatkan, kapal dihantam ombak dan arus dari arah depan sangat deras sehingga pintu depan tempat untuk menurunkan barang bocor dan kapal kemasukan air,” ujarnya.

Ia menjelaskan, kapal itu berangkat dari Koarmatim, Surabaya, Sabtu (7/2) sekitar pukul 17.00 WIB. Karena kejadiannya pada malam hari, ABK kapal itu kesulitan melakukan perbaikan. Komandan kapal kemudian mengirimkan berita lewat radio ke kapal perang lainnya.

“Saat itu ada KRI Slamet Riyadi yang sedang menuju Surabaya menerima pesan berita tersebut. Maka sekitar pukul 04.30 WIB, 26 ABK KRI Kupang beserta dokumen dan senjata berhasil dievakuasi ke KRI Slamet Riyadi,” katanya.

Sumber : ANTARA

Berita di atas tentunya membuat kita prihatin, di saat peralatan milik TNI AL tersebut dibutuhkan untuk menolong nelayan yang tertimpa musibah malah kapal penolongnya justru terkena musibah juga.

Sudah menjadi rahasia umum bahwa anggaran pertahanan kita selama bertahun-tahun tidak mencukupi untuk mewujudkan postur pertahanan yang ideal dan hal itu hingga saat ini belum dilaksanakan bahkan di tahun 2008 kemarin anggaran yang sudah sangat mepet tersebut terkena pemotongan anggaran. Akibatnya adalah makin lama peralatan persenjataan dan alat-alat pendukung prajurit kita lama melaksanakan tugasnya di lapangan makin tidak memadai baik dari segi umur, kualitas maupun kuantitasnya. Dan akhirnya prajurit juga yang menjadi korban akibat alutsista yang diawakinya tua dan tidak terawat karena tiadanya anggaran yang memadai.

LST

Memang akhir-akhir ini ada penambahan alutsista baru, tapi itu semua sekedar untuk menggatikan peralatan lama yang telah usang dan artinya tidak menambah unsur kekuatan pertahanan kita.

Untuk itu saya mengetuk hati pemerintah dan wakil rakyat untuk mulai serius memperhatikan anggaran pertahanan kita, kita sebagai bangsa sudah sering dilecehkan oleh negara lain dengan berani mengklaim wilayah kita sebagai wilayahnya karena mereka tahu kekuatan kita. Sudah banyak prajurit-prajurit kita yang terlatih baik gugur karena kecelakaan alutsista yang tua dan tidak memadai.

Sudahi kata-kata “Indonesia tidak akan perang dalam 10 tahun ke depan” dan” buat apa alutsista yang baik karena untuk mengupas bawang kita tidak perlu silet” dan kata-kata lain yang merendahkan kemampuan negara lain terhadap kita tetapi pada kenyataannya kita sudah tertinggal jauh terhadap mereka.

Jayalah Indonesiaku, Kuatlah TNI ku….

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: