Iklan

Dutch Politionele Acties

April 7, 2010

SURABAYA – Kapal Perang RI (KRI) Kupang-582 dari Komando Armada RI Kawasan Timur (Koarmatim) bocor dan hampir tenggelam karena dihantam ombak besar di perairan barat Surabaya.Kadispen Koarmatim, Letkol Laut (KH) Drs Toni Syaiful di Surabaya, Minggu menjelaskan, kapal yang membawa 26 ABK dengan komandan Kapten Laut (P) Suyadi itu sebetulnya hendak membantu mengevakuasi nelayan yang perahunya tenggelam.”Namun, belum sampai di lokasi tempat nelayan asal Gresik bernama Khoirul Huda itu hendak diselamatkan, kapal dihantam ombak dan arus dari arah depan sangat deras sehingga pintu depan tempat untuk menurunkan barang bocor dan kapal kemasukan air,” ujarnya.

Ia menjelaskan, kapal itu berangkat dari Koarmatim, Surabaya, Sabtu (7/2) sekitar pukul 17.00 WIB. Karena kejadiannya pada malam hari, ABK kapal itu kesulitan melakukan perbaikan. Komandan kapal kemudian mengirimkan berita lewat radio ke kapal perang lainnya.

“Saat itu ada KRI Slamet Riyadi yang sedang menuju Surabaya menerima pesan berita tersebut. Maka sekitar pukul 04.30 WIB, 26 ABK KRI Kupang beserta dokumen dan senjata berhasil dievakuasi ke KRI Slamet Riyadi,” katanya.

Sumber : ANTARA

Berita di atas tentunya membuat kita prihatin, di saat peralatan milik TNI AL tersebut dibutuhkan untuk menolong nelayan yang tertimpa musibah malah kapal penolongnya justru terkena musibah juga.

Sudah menjadi rahasia umum bahwa anggaran pertahanan kita selama bertahun-tahun tidak mencukupi untuk mewujudkan postur pertahanan yang ideal dan hal itu hingga saat ini belum dilaksanakan bahkan di tahun 2008 kemarin anggaran yang sudah sangat mepet tersebut terkena pemotongan anggaran. Akibatnya adalah makin lama peralatan persenjataan dan alat-alat pendukung prajurit kita lama melaksanakan tugasnya di lapangan makin tidak memadai baik dari segi umur, kualitas maupun kuantitasnya. Dan akhirnya prajurit juga yang menjadi korban akibat alutsista yang diawakinya tua dan tidak terawat karena tiadanya anggaran yang memadai.

LST

Memang akhir-akhir ini ada penambahan alutsista baru, tapi itu semua sekedar untuk menggatikan peralatan lama yang telah usang dan artinya tidak menambah unsur kekuatan pertahanan kita.

Untuk itu saya mengetuk hati pemerintah dan wakil rakyat untuk mulai serius memperhatikan anggaran pertahanan kita, kita sebagai bangsa sudah sering dilecehkan oleh negara lain dengan berani mengklaim wilayah kita sebagai wilayahnya karena mereka tahu kekuatan kita. Sudah banyak prajurit-prajurit kita yang terlatih baik gugur karena kecelakaan alutsista yang tua dan tidak memadai.

Sudahi kata-kata “Indonesia tidak akan perang dalam 10 tahun ke depan” dan” buat apa alutsista yang baik karena untuk mengupas bawang kita tidak perlu silet” dan kata-kata lain yang merendahkan kemampuan negara lain terhadap kita tetapi pada kenyataannya kita sudah tertinggal jauh terhadap mereka.

Jayalah Indonesiaku, Kuatlah TNI ku….

Komentar hari ini:

Februari 8, 2009

Selalu berfikir positif dan mengharap yang terbaik akan menghasilkan yang terbaik bagi diri kita.

Pertanyaan di atas tentunya akan memberikan jawaban yang bermacam-macam, baik yang menganggap itu serius atau ada juga yang menganggap itu merupakan sesuatu yang patut diabaikan.

Sejarah mencatat bahwa negri ini pernah di invasi oleh Jepang di masa Perang Dunia II, dan hal tersebut tidak dapat dipertahankan oleh penguasa Hindia Belanda pada waktu itu.

Faktor yang membuat kita diinvasi oleh negara lain adalah:

  • Letak geografis yang strategis
  • sumberdaya alam berlimpah
  • Kekuatan militer Hindia Belanda lemah
  • Hindia Belanda tidak didukung rakyat Indonesia untuk menahan serbuan Jepang.

Mari kita lihat kemungkinan “musuh kita” dikemudian hari:

  • China
  • Malaysia
  • Singapura
  • Australia
  • Jepang
  • India
  • Amerika serta sekutunya.

China mempunyai angkatan bersenjata yang kuat dan tentaranya jumlahnya jutaan orang. China mempunyai kemungkinan besar ambisi untuk menguasai daerah lain untuk memenuhi kebutuhannya akan bahan baku.

Malaysia mempunyai angkatan bersenjata yang lebih modern dari Indonesia baik dari Kuantitas maupun Kualitas, mereka juga mempunyai ambisi untuk memperluas teritorinya dengan mengklaim wilayah-wilayah perbatasan kita. Malaysia tergabung dalam Five Power Defence Arragements bersama Singapura, Australia, New Zealand dan Inggris.

Singapura mempunyai angkatan bersenjata termodern di asia tenggara, mereka membutuhkan wilayah untuk manuver angkatan perangnya dan juga untuk lalu lintas perdagangan ke negaranya. Dia juga anggota FPDA.

Australia tidak mempunyai ambisi teritorial terhadap Indonesia, tetapi dia mempunyai kepentingan agar Indonesia tetap stabil dan “lemah” militernya, karena takut dengan kuatnya Indonesia maka pengaruh Australia di kawasan akan berkurang. Mereka selalu bereaksi jika Indonesia ingin memperkuat militernya.

Jepang dalam sejarah mereka mempunyai kemampuan untuk menginvasi negara lain untuk memenuhi kebutuhannya. Di masa depan haltersebut terbuka untuk diulangi oleh Jepang, apalagi saat ini dia telah menjadi negara kaya dan menguasai tehnologi tinggi.

India, saat ini belum terlihat kemungkinan India akan menginvasi kita sebab dia sedang sibuk berhadapan dengan rivalnya di Asia selatan yaitu Pakistan, tapi di masa depan dengan jumlah penduduk yang sangat besar dan militer yang kuat patut kita perhitungkan juga India sebagai negara agressor.

Amerika Serikat, ini adalah negara yang paling mungkin akan menginvasi Indonesia jika mereka merasa Indonesia akan menjadi ancaman bagi kepentingan mereka di wilayah ini. Amerika adalah negara dengan militer terkuat di dunia, tetapi bukan militer yang selalu menang dalam perang.

Amerika ingin ikut mengamankan selat Malaka.

Indonesia jika di invasi tentunya akan kalah dalam mempertahankan wilayahnya karena militer kita lemah, tetapi fihak agresor akan kesulitan untuk menguasai wilayah kita yang sangat luas dan terpisah oleh laut dan kita bisa melakukan perlawanan balik dari wilayah-wilayah yang tidak dikuasai agressor dengan catatan seluruh rakyat Indonesia mempunyai tekad yang kuat untuk melawan agresi. Politisi dan negarawan kita harus kuat dalam berdiplomasi dengan negara lain agar kita mendapat dukungan dari sahabat kita yang lainnya jika terjadi Invasi.

Kesimpulannya jika kita ingin agar negara kita tidak di invasi oleh negara lain maka kita harus merapatkan barisan bersatu dalam satu tekad mempertahankan negara kita. Dan negara mempunyai kewajiban untuk memperkuat militernya agar memberikan efek deteren pada fihak lain untuk tidak main-main dengan Indonesia.

Kita tunggu pemimpin yang bisa menggerakkan rakyat dan mewujudkannya.

Pilih Pemimpin Yang….

Januari 31, 2009

Di tahun 2009 ini kita akan menghadapi pemilu yang akan memilih wakil-wakil kita di DPR, memilih anggota DPD dan memilih Presiden dan Wakilnya.

Hingga saat ini kita hanya disuguhi oleh pemandangan wajah-wajah caleg DPR/DPRD, calon anggota DPD yang berserakan di sekitar lingkungan kita. Kita juga disuguhi oleh spanduk-spanduk dan bendera partai di mana-mana. Kita juga hanya disuguhi berita-berita dan iklan yang menunjukkan saling menyerang dan saling mengejek antara calon-calon presiden.

Kita sebagai rakyat hanya dianggap sekumpulan orang-orang bodoh yang bisa digiring oleh mereka untuk memilih mereka.

Saya yang mempunyai hak pilih tentunya mempunyai kriteria siapa-siapa yang akan saya pilih nantinya, baik itu partainya, calegnya maupun calon presiden dan wakilnya. Kriteria saya untuk partai maupun orang-orang yang diusung oleh partai tersebut adalah:

  1. Komitmen mereka terhadap Negara Kesatuan Republik Indonesia.
  2. Komitmen mereka terhadap Pancasila dan Bhinneka Tunggal Ika.
  3. Komitmen mereka untuk melindungi segenap rakyat dan tumpah darah Indonesia.
  4. Komitmen mereka atas kekuatan ekonomi, sosial politik dan militer Indonesia.
  5. Komitmen mereka terhadap pemberantasan korupsi.
  6. Komitmen mereka terhadap penderitaan rakyat.
  7. Komitmen mereka terhadap pemberantasan Narkoba dan Premanisme.
  8. Terakhir, komitmen mereka untuk membangun NKRI menjadi negara yang besar dan disegani.

Harusnya partai-partai mengkampanyekan hal-hal tersebut di atas, tidak hanya menjual program harga murah sembako, harga murah bbm atau menjual penderitaan rakyat Palestina.

Kita jangan sampai tertipu atau terpedaya atas kampanye-kampanye kampungan macam itu. Bangsa kita harus cerdas dan bisa mulai kritis terhadap partai-partai yang hanya sekedar mencari pekerjaan atau kekayaan dari Pemilu.SBY & JK

Caleg modal jual tampang

Januari 9, 2009

Bulan-bulan akhir ini kita sudah disuguhi oleh pemandangan wajah-wajah orang di jalanan yang semuanya menujukkan bahwa mereka peduli sama rakyat, ganteng/cantik, agamis dan lain sebagainya. Mereka berfikir bahwa rakyat Indonesia adalah sekumpulan orang-orang bodoh yang bisa dibujuk dengan hanya menjual tampang mereka saja, tetapi saya lihat sekarang malah yang bodoh itu adalah para caleg itu sendiri yang merasa rakyat bisa dibodohi. Sampai saat ini partai-partai tempat bernaung para caleg tersebut tidak pernah terlihat mensosialisasikan apa program dan apa perjuangan mereka. Saya belum pernah mendengar program partyai mengenai apa komitmen mereka terhadap NKRI, apa komitmen mereka tentang korupsi, premanisme, kesehatan masyarakat, pendidikan, kekuatan militer kita, hubungan luar negri dsb. Partai yang baik tentunya di dalam masa kampanyenya harus terus menerus mensosialisasikan program dan tujuan atau arah perjuangan mereka. Hal tersebut akan memudahkan rakyat untuk memilih partai yang mengikuti pemilu. Partai-partai hanya sibuk menentukan siapa yang akan jadi caleg, maupun capres. Partai jadi calo bagi orang-orang yang ingin berkuasa di negri ini. Konyol bukan…? Kapan Indonesia bisa maju sejajar dengan negara lain kalau keadaan ini terus berlangsung…?